BerlanggananBerlangganan Artikel Gratis Langsung Di Email Anda

Karakter Anak Generasi Milenial Saat Mulai Berkarir

Karakter Anak Generasi Milenial Saat Mulai Berkarir – Halo Indonesian Blogger, Generasi Milenial dari beberapa tahun belakangan menjadi buah bibir masyarakat di Indonesia. Generasi Milenial ini mulai diperbincangkan mulai dari pendidikan, moral, budaya dan khususnya teknologi.

Karakter Anak Generasi Milenial Saat Mulai Berkarir

Menurut wikipedia, Milenial (Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X. Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Dalam hal pekerjaan, generasi milenial ini lebih cenderung mengerjakan sesuatu yang dapat memberikan mereka kepuasan dan kebahagiaan untuk diri mereka. Mungkin hal ini yang menjadi salah satu penyebab mengapa anak anak di generasi milenial ini lebih mudah berpindah pekerjaan.

Generasi Milenial cenderung lebih suka jika mereka memiliki kebebasan untuk memilih jenis pekerjaan apa yang dia inginkan dalam suatu perusahaan. Walaupun mereka tidak dapat memilih sesuka hati, tapi dengan kebebasan ini mereka merasa tidak dibebankan pekerjaan karena sesuai dengan karakteristik mereka.

Pola pikir generasi milenial ini lebih terbuka, lebih kreatif dan juga lebih mampu untuk mengikuti perkembangan zaman. Pasti sudah tidak asing lagi dong lihat anak kecil lebih pandai menggunakan gadget mereka dibandingkan orang tua mereka sendiri.

Baca : Panduan Cara Mendapatkan Endorse Di Sosial Media

Selain beberapa hal diatas, sebenarnya masih banyak lagi karakteristik seorang anak generasi milenial ini. Berikut ini Karakter Anak Generasi Milenial Saat Mulai Berkarir beserta tips untuk menghadapinya. Apakah anda termasuk salah satu anak generasi Milenial ? Jujur saya sendiri bisa dibilang sebagai Generasi Milenial hehe

Karakter Anak Generasi Milenial Saat Mulai Berkarir

1. Adiksi Terhadap Teknologi

Seperti yang saya sebut sebelumnya bahwa anak generasi milenial ini lebih melek teknologi dibandingkan generasi sebelumnya. Bahkan bisa dibilang anak generasi milenial ini kecanduan atau ketagihan dengan teknologi. Dalam kasus saat ini adalah penggunaan media sosial.

Bahkan tak jarang anak generasi milenial ini terganggu pekerjaannya karena terlalu adiktif dalam bermain media sosial. Sepertinya tanpa media sosial mereka seperti sayur tanpa garam, artinya kurang lengkap. Tanpa sadar atau tidak pasti setiap berapa menit kita akan menyentuh gadget untuk sekedar cek media sosial.

Bagaimana tips menggunakan media sosial untuk hal pekerjaan ? Caranya adalah manfaatkan media sosial anda untuk mengembangkan pekerjaan atau karir anda. Ya sederhana saja, anda bisa dengan riset berita terkni di media sosial atau membagikan trobosan terbaru perusahaan anda melalui media sosial.

2. Jadi Kutu Loncat

Generasi milenial dikenal dengan karakternya yang suka berganti ganti pekerjaan, karena mengingat sifat anak generasi milenial yang relatif aktif dan kurang menyukai sebuah rutinitas yang dapat membuat mereka bosan. Akibatnya mereka sering berganti ganti pekerjaan untuk mencari jati diri.

Baca : Susahnya Mencari Lowongan Pekerjaan Di Negeri Sendiri

Lalu bagaimana untuk menghilangkan sifat ini untuk generasi milenial? Carilah cara anda sendiri untuk menghilangkan kebosanan dengan pekerjaan anda, caranya bisa dengan mencari sesuatu hal hal yang menarik di sekitar atau seputar profesi yang saat ini sedang anda jalani.

3. Memiliki Lebih Dari Satu Pekerjaan

Karakter Anak Generasi Milenial Saat Mulai Berkarir yang ketiga adalah anak anak generasi milenial ini terkadang bisa memiliki lebih dari satu pekerjaan. Kenapa ? Ya karena sifat atau sikap mereka yang lebih cepat merasa bosan dan juga relatif lebih aktif.

Generasi milenial biasanya akan bekerja secara normal (layaknya orang biasa yang bekerja dikantoran) pagi sampai sore hari. Namun setelah jam kerja di kantor usai, mereka bisa kembali mengerjakan sesuatu diluar seperti menjadi freelancer demi untuk mendapatkan pengalaman dan juga penghasilan tambahan.

Agar anda (Generasi Milinial) tidak kewalahan untuk melakukan semua pekerjaan tersebut, Sebaiknya mulailah untuk membuat jadwal pekerjaan, khusunya untuk menyelesaikan pekerjaan diluar kantor. Jangan sampai kedua pekerjaan anda saling bertabrakan apalagi sampai merusak pekerjaan kantor anda.

4. Menyukai Fleksibilitas

Generasi Milenial kurang menyukai ritme pekerjaan yang kaku, mereka lebih suka untuk bekerja dari mana saja. Hal ini terbukti dengan banyaknya co-working space yang bermunculan dimana mana terutama dikota kota besar yang ada di Indonesia bahkan dunia.

Karena generasi milenial mendambakan lingkungan kerja yang memungkinkan mereka untuk bisa mengakses pekerjaan mereka secara virtual, maka perusahaan juga harus dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi milenial yaitu “Flexible work time dan When To Do”.

Untuk generasi milenial, Carilah suasana kerja yang nyaman, meskipun bekerja diluar kantor. Pastikan agar anda mendapatkan izin dari kantor tempat anda bekerja, daripada anda dipecat. Tapi anda juga bisa mencari waktu diluar jam kantor untuk menyelesaikan pekerjaan anda.

5. Senang Belajar Hal Baru

Dengan semakin derasnya aliran informasi yang bisa didapat darimana saja, contohnya media sosial seperti facebook, twitter, instagram youtube dan lain sebagainya. Menjadikan anak anak dari generasi milenial ini selalu haus akan hal hal yang baru untuk menambah wawasan dan ilmu mereka.

Hal ini sangat positif jika anda menggunakan media informasi ini dengan baik pula. Anda dapat memanfaatkan cepatnya peredaran informasi ini untuk mendapatkan ilmu ilmu baru yang bisa digunakan untuk meningkatkan skill atau keahlian anda dalam menunjang kelancaran pekerjaan anda.

Baca : Cara Memulai Dan Mengembangkan Channel Youtube Dari Nol

Setelah penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa anak anak generasi milenial ini cenderung lebih sulit untuk diatur dan menuntut untuk tidak dikekang. Apakah benar ? Jika anda generasi milenial, pasti anda merasakan atau bahkan baru sadar setelah membaca tulisan ini.

Itulah dia Karakter Anak Generasi Milenial Saat Mulai Berkarir, Semoga bermanfaat dan jika terdapat kesalahan atau anda ingin memberikan tambahan pada tulisan ini, silahkan berikan masukan anda pada kolom komentar dibawah ini,Terima Kasih.